Jumat, 09 Oktober 2015

Shehrazat Episode 68
9 Oktober 2015
Onur beristirahat dan mengajak gadis kecilnya makan di sebuah tempat makan. Onur menelpon seseorang menanyakan kerabat Neil, sementara Olifer menopang dagunya dengan dua tangan, memperhatikan Onur. " kau tidak makan? Tanya Onur. Lantas Onur pamit ke belakang meninggalkam gadis kecil itu. Tetapi betapa terkejutnya Onur saat dia kembali, gadis kecil itu tak ada. Onur menanyakan ke beberapa orang, tapi tidak ada yang tau. Onur menanyakan lagi pada seorang wanita yang kebetulan melihat kemana gadis itu pergi. Onur nampak panik dan bingung mencari Olifer. Sepertinya Onur merasakan kehilangan anaknya sendiri.
Shehrazat sedang menelpon Serdar rekan kerjanya menanyakan persentasi yang Serda lakukan.Saat Bennu dan Kareem tiba dikantornya. Lalu Shehrazat menutup menyambut mereka. Kareem menanyakan Onur, Shehrazat mengatakan bahwa Onur belum pulang. Bennu - Kareem hanya saling pandang agak bingung, Shehrazat membuatkan kopi dan mereka berbincang-bincang ..
Onur mencari kesana dan kemari , berlarian mencari gadis kecil itu, ia menyusuri jalanan dan akhirnya mendapati Olifer di sebuah tempat yang mereka kunjungi sebelumnya .
Gadis kecil itu duduk sendirian di undakan teras rumah yg kosong, ia menyentuh-nyentuh sepatunya.
Ada apa " sepatumu rusak ? Kenapa kau menangis ? Nanti kita beli yang baru."
Melihat Onur datang ia marah dan menyuruh Onur meninggalkannya, sembari ia melempar sepatunya yang rusak, "Kau tidak menginginkan aku hiks Hicks."
Kau salah, seru Onur sembari meraih kepala gadis kecil itu kepelukkannya dan mencium keningnya.
Nadide baru pulang berbelanja dan mendapati Ahu dan ibunya sedang membuat adonan kue, Ahu mengatakan sesuatu pada Nadine, yang membuat Nadene kesal.
Di Binyapi Kareem menelpon Onur, karena ia dan Olifer baru berbelanja Onur tak bisa banyak bicara. Kareem menanyakan apa yang Onur lakukan di luar kota? Onur beralasan ia ada keperluan.
Di perjalanan Onur menghentikan mobilnya dan menelpon Kareem. Onur menceritakan tentang keadaannya, " Aku dalam masalahnbesar Kareem ". Ada apa? Kata Kareem. " Kau ingat Neil?, tunanganku. Saat berpisah dia hamil, aku menyuruhnya menggugurkan kandungannya, tapi ternyata Neil tidak menggugurkan kandungannya, sebulan yang lalu Neil meninggal karena kecelakaan , dia sembilan tahun dan dia sedang bersamaku saat ini. " Kareem terkejut mendengarnya.
Ferede sedang bersantai di teras rumahnya ditemani Virdef, ia tersenyum pada Virdef dan memberikan bros mahal dan cantik , Virdef agak. Sungkan tapi
Ferede membujuknya. Ferede mengucapkan banyak terima kasih pada kesetian dan perhatian Verdef.
Saat Onur kembali kedalam mobil ia lihat gadis kecil itu tertidur karena kelelahan. Onur pelan-pelan menurunkan jok mobil agar gadis kecil itu merasa nyaman dalam tidurnya.
Kareem ke kantor Shehrazat menjemput Bennu, ia bercakap-cakap dengan Sheh tantang Onur yang sedang ke luar kota. Kareem tidak memberitahu apa pun mengenai Onur.
Di kediaman Burhan, Ali kemal menimang Ummut. Disana juga ada anggota keluarga lainnya , juga ibu mertua Ali kemal..perempuan itu mau menggendong Umut tapi tidak dibolehkan Burket, Nadine menegur sikap Burkat .
Di dapur, Ahu sedang berdebat dengan Ayse dan Ghani
Onur merasa tidak ada jalan lain kecuali memberitahu seseorang kesulitannya dan itu adalah Virdef pelayan setiannya, Onur lantas menelponya, Onur meminta bantuan Virdef, hal yang membuat Virdef bingung, Onur berpesan jangan memberitahu siapa pun, jangan ada yang tau kalau ia menelpon Virdef, Onur akan menjelaskan saat mereka bertemu. Virdef lantas berpura-pura sedang bicara dengan bibinya, Ferede melihat Verdif , Ia lihat Verdef sedang bicara dengan seseorang, karena Ferede ada di dekatnya. Siapa yang menelponmu itu Virdef?
" Bibiku, katanya anaknya jatuh terguling-guling dari tangga dan kakinya patah."
Kasihan sekali kata Ferede.
",Kalau kau tak keberatan aku ingin melihatnya di apartemennya."
Semula Ferede keberatan karena ia tidak mau sendirian, Verdef bilang ia akan memanggil seseorang untuk menjaga dan menemanimu.
Jangan lupa menelpon kalau kau sudah sampai, OK
Baiklah, sahut Virdef.
Benno dan Kareem tidak jadi pergi ke pesta. Mereka berpelukkan.
Virdef sampai ditempat Onur menunggunya, Onur menceritakan tentang Niel dan putrinya Olifer. Virdef nampak terkejut tapi akhirnya mau menjaga Olifer. Kata Onur, ia ingin hal ini akan menjadi rahasia mereka berdua.
Siapa anak itu?
Akhirnya Onur Bilang gadis kecil itu adalah anak Neil.
Neil tunanganmu?
Verdif maklum, Onur janji ia akan segera menyelesaikannya.
Berapa lama INI?
Entahlah, aku harus menyatukan pikiranku dulu.
Bennu yang tau kalau Kareem menyembunyikan sesuatu tentang Onur, berusaha membujuk suaminya agar berbagi rahasia, ia tidak akan memberitahu Shehrazat. Kalau hanya akan melukai hati Shehrazat..kata Kareem Onur memiliki seorang putri.
Bennu terkejut.
" Tapi Onur tidak bersalah, ini masa lalu."
Onur bersama Virdev dan Olifer pergi ke apartemen , Onur pikir untuk sementara waktu ia akan meninggalkan gadis kecil itu bersama Virdef.
Onur menjelaskan tentang gadis kecil yang diantarkan kepadanya. Olifer kelihatan kesal dan engan tinggal di apartemen itu. Ia merasa Onur tidak menerimanya sebagai putrinya.
Onur membujuk Olifer, membelai pipi gadis kecil itu dan menggenggam tangannya, meminta gadis kecil itu memahami keadaannya yang tiba-tiba memiliki putri sebesar Olifer, setelah gadis itu tenang barulah Onur pergi.
Onur tiba dirumah, Shehrazat menyongsong dan mereka berpelukkan .Shehrazat bilang dia sangat cemas, karena Onur tak bisa dihubungi, Onur sepertinya bilang ia menyetir seharian itu . Kaan yang mendengar suara Onur Menghambur dan menenggelamkan dirinya Kepelukkan ayahnya, papaaaa. Kaan bilang ia bersama neneknya menyelesaikan tugas menggambar. Onur menanggapinya dengan senang. Selanjutnya Shehrazat bilang kalau Ferede sedang sendirian, Ferede menelpon dan mengatakan Verdef mendadak pergi sehingga ia hanya sendirian Di rumah. Shehrazat mengajak Onur kesana. Miriban berpesan agar Miriban menjaga Kann saat ia dan Onur menengok mertua. Mihriban kelihatannya ada janji dengan seseorang, ia sudah berdandan, dan terlihat kecewa.
Di waktu bersamaan pria teman lama Mihriban, Haldun tengah membeli buket bunga cantik di toko bunga,, sepertinya akan diberikan pada Mihriban.mereka berdua akan bertemu.
Mihriban akhitnya menelpon Haldun dan bilang, ia harus menjaga Kann karena orang tuanya pergi menengok nenek Kann. Dia tidak bisa pergi, Haldun Nampak kecewa..
Onur Shehrazat tiba dirumah Feride, mereka bercakap-cakap Di ruang tamu. Lantad Feride mengeluhkan Viedef yang tiba-tiba pergi ketempat saudaranya, Onur yang tahu sebenarnya kemana Virdef merasa tak enak. Dia Kelihatan gelisah-resah.
Ferede menginginkan Virdef.
Virdef membuatkan Oliver susu, " ayolah minum susumu, kau tak makan apa-apa sejak tadi."
Gadis kecil itu minum susu yang diberikan Viredef.
Kau mirip ibumu.
Kau kenal ibuku?
Verdef mengangguk
Kau secantik ibumu.
Tapi ibuku sudah meninggal.
Virdef memeluk Olifer.
Nanti kita berjalan-jalan yaa
Ibuku mengajak jalan2 setiap akhir pekan.
Keduanya berpelukkan,.
Onur malam itu tak bisa tidur.
Dan paginya curhat pada Kareem, bahwa kepalanya seperti mau pecah.
Kata Kareem apakah kerabatnya tak ada yang bisa mengasuhnya?
Onur kesal.
Masalahnya dia adalah putriku, Neil memperlihatkan photoku di Koran.
Dia memerlukan keluarga, kehangatan orang tuanya, manusia macam apa aku yang mengabaikan hal ini.
Apa kau tidak memberitahu Shehrazat?
Onur kau tidak seharusnya merahasiakan ini."
Kareem mengingatkan Onur, sepertinya Onur sedang bermain api.
Berbahaya sekali.
Onur meremas rambutnya kuat-kuat.
Episode berikutnya, Sheval pergi ke kuburan adiknya yakni ibu Kareem, tak sengaja ia bertemu Semih, dan secara tak sengaja pula Burak Dan Mele berada di cafe dimana Sezen menjadi pelayan cafe.
Trism nyambung besok haem.

Rabu, 26 Agustus 2015

sinopsis Shehrazat episode 22 post 24 agustus '15

Shehrazat Episode 21-25 agustus 2015
Karem memberi pengertian pada pegawai yang membuat issu tentang pemberian mobil pada shehrazat, tapi sebelum Karem memperingatinya ia dengan cerdik mengatakan bahwa yang disampaikan Nurhayat menyimpang, ia memang sempat kecewa tetapi kemudian ia memahaminya karena ia lebih banyak di dalam kantor sedang shehrazat banyak keluar. Ia sudah mengerti dan sekarang tidak ada masalah untuknya. Saat keluar dari ruangan karem ia melirik tajam pada Nurhayat.
Sedikit pembicaraan di tempat Burhan, kemudian pembicaraan di ruang meeting, adanya anggota team baru, karem mengenalkan Shehrazat, Bennu dan tugas mereka.
Nurhayat masuk dan mengatakan kalau ibu Onur ada dirumah dan menunggunya, Onur pulang dan sedikit bertengkar dengan ibunya, Onur bilang ia mencintai Shehrazat tapi ibunya tetap tak setuju kalau Onur menikah dengan shehrazat. Onur kesal, kenapa ibu tidak menyukai Shehrazat? Apa salah menjadi ayah dari anak orang lain?"
Ibunya bilang, ia ingin anak dari Onur, dan Onur bilang ia akan mendapatkannya.
Arsitek baru sedikit over akting tapi Shehrazat bilang tak perlu gugup karena dirinya karena ia akan pulang lebih dulu karena sudah malam, pekerjaan bisa dilanjutkan besok.
Shehrazat pulang menanyakan taxinya tapi penjaganya bilang mobil sudah datang dan bisa digunakan. Shehrazat mengenderainya.
Sementara Karem menyempatkan menonton copian acara tahun baru saat ia berdansa dengan Shehrazat, ia tercenung memikirkan tentang cintanya.
Dan Onur berbincang-bincang dengan pelayannya yang teramat mengerti dirinya, Karem mendapati perempuan arsitek baru di gerbang tengah menunggu taxi, karem mengajak naik ke mobilnya, dan mereka mengobrol di mobil.
Saat mengenderai mobil barunya Onur menelponnya dan ingin bertemu, Shehrazat datang dan menyapa, " Tuan Onur."
" Panggil aku Onur."
" Seandainya kita tinggal seatap, aku tidak perlu mencuri ibu Kann."
" Kita bicara itu lagi?"
" Kenapa kau menyiksaku dengan keraguan?"
" Tuan Onur, aku bukan milikku sendiri."
" Bagaimana kalau kita mulai dengan memberikan ini pada Kann."
Onur memberikan mainan kuda pada Shehrazat, tapi kata Shehrazat, kenapa kau tidak memberikannya sendiri."
" Oh yaa. Itu ide yang baik."
Karem mengajak teman wanitanya ke kapal pesiar, dan Bennu tidak bisa menghubunginya.
Saat berjalan meninggalkan rumahnya seseorang menegurnya, lantas kejadiannya tidak terduga, tau-tau Shehrazat telah berbaring di rumah sakit, kakinya tertembak. Onur sangat khawatir, ia menanyakan siapa yang menembak? Shehrazat tidak tau. Onur baru tau dari Bennu kalau cetin pernah mengancam Shehrazat karena menolak bekerja sama. Semua sangat mengkhawatirkan Sherazat, kann dan Miriban, sementara Bennu akan membawa kann ke rumahnya. Onur juga marah pada rekannya Zavier, " Dia harus ditemukan karena dia seorang penjahat."
" Aku akan menyelidikinya."
Putus Zavier.
Onur nampak sangat mengkhawatirkan Shehrazat, seperti kebakaran jenggot ia kesana dan kemari, mengurus ini dan itu. Juga karem, sampai-sampai ia menurunkan teman wanitanya di tengah jalan, hanya karena ia ingin cepat menjenguk Shehrazat. Kejadian itu agaknya keuntungan bagi onur karena ia semakin bisa menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya pada Shehrazat, Karem melihat Onur duduk di samping Shehrazat sambil menggenggam tangannya, matanya terhujam ke tangan mereka, " Onur Zavier ingin mengatakan sesuatu."
Onur keluar dan berdua dengan Karem mendengarkan analisa Zavier, menurutnya itu bukan perbuatan Cetin melainkan seseorang yang lebih berkuasa.
Onur dan Karem saling pandang.
Selanjutnya, Shehrazat tertidur dan tidak tau kalau Onur masuk, menaikkan selimutnya penuh sayang dan mencium kening Shehrazat sepenuh cinta...
Kurang dan lebih maafkan yaa...Ditulis untuk Hubsche Maedhen Writers grup.

Senin, 24 Agustus 2015

sinopsis Shehrazat Part. 22


Shehrazat Part.20 antv 24 Agustus 2015
Selamat pagi haem, buat semalam yang nggal menonton Shehrazat, begini nich kurang dan lebihnya.

Burhan ditelpon kalau di pabriknya banyak penunjuk rasa, masalah sampah pabrik membuat masyarakat terganggu dan melakukan demo. Burhan keheranan karena menurutnya masalah sampah bukankah selalu ada yang mengurus dan membayar. Burhan berharap Ali kemal bisa mengatasinya tapi ternyata Burhan diberitahu bahwa Ali kemal belum datang ke pabrik. Apa? Burhan mulai marah, apa yang terjadi? Aku akan ke sana."

Di Rumah Shehrazat ada Nadine dan Fusun, mereka mengunjungi Shehrazat. Di sana Fusun menangis dan meminta maaf kalau ia tak sengaja menangis, ia tak mengerti entah kenapa dirinya seperti ini, Shehrazat bilang ia juga pernah mengalami hal itu selama setahun saat Ahmad meninggal. Tetapi pada akhirnya ia memutuskan harus mengakhiri semua itu karena ia harus meneruskan kehidupan bersama Kann. Shehrazat mengusulkan agar Fusun ke dokter spesialis, dan banyak membaca pengetahuan sekitar ibu dan anak di internet, sekalian ia menunjukkan cara membuka enternet sekalian memberitahu situsnya.

Onur sedang bersama ibunya, sesaat kemudian Firede melihat photo Onur dan Shehrazat di koran pagi, " hahh...pameran kita ternyata di beritakan juga Onur, hampir setengah halaman, kau sudah melihatnya? Apa ini?"
Onur menyahut, " para wartawan itu saja yang keterlaluan ibu, mustinya mereka tidak perlu membuat photo seperti ini di berita kesenian."
" Kau selama ini memberi kesempatan mereka mencetak photo seperti ini, apa itu pantas Onur?"
" Sudahlah ibu, apa yang tidak pantas untuk ibu?"
" Kenapa harus begini? Kau harus hati-hati terhadap wartawan,jangan suka tersenyum pada wanita perkerjamu."
" Dia bukan wanita biasa, dia Shehrazat Bu. Dia sangat khusus bagiku."
Ibunya terdiam, " Ibu tidak ingin tau, kenapa dia begitu khusus untukku?"
Ibunya dengan dingin menjawab, " Tidak! Ibu tidak ingin tau."
" Aku mencintai Shehrazat, dan ingin menikah dengannya."
Ibunya terhenyak, ini tidaklah seperti harapannya. " Udara di sini terasa dingin."
" Ibu tidak mendengar yang kukatakan?"
" Ibu dengar, tapi ibu harap tidak mendengarnya."
" Kenapa bu?"
" shehrazat mungkin wanita yang baik , tapi dia sudah memiliki anak satu."
" Apa itu salah bu?"
"Aku mohon Onur."
" Shehrazat juga sama seperti ibu,"
" Ya tapi, dia itu anak orang lain, bukan anakmu."
" Aku mohon ibu."
" Onur Aksal tidak boleh menikah dengan wanita seperti itu." Putus ibunya sembari bergegas pergi.
"Jangan seperti itu ibu, aku mencintai Shehrazat,"
" Ibu tidak mau mendengar hal ini lagi, selamat hari minggu."
Ia beranjak pergi meninggalkan onur.

Di rumah Karem kurang lebih sama, ibu Karem juga nampak terkejut melihat photo-photo Shehrazat dan Onur yang saling memegang tangan, " photo macam apa ini? Apa mereka tengah menjalin hubungan?"
Karem terdiam.
" Itu tidak baik."
" Apa mereka tidak boleh berhubungan?"
" Tidak,"
" Kenapa?"
" Apa menurutmu itu pantas, Onur adalah pemilik perusahaan Binyapi."
Karem meneguk minumannya.
" Karem katakan apa mereka menjalin hubungan, katakan anakku, Feredia tidak akan tahan melihat semua itu."
" Kenapa? Apa karena Shehrazat sudah punya anak."
" Itu salah satunya, apa Feredei menunggu begitu lama agar ia menikah dengan wanita beranak? Dia begitu banyak impian terhadap calon menantunya."
" Aku tidak percaya ini Bu, Apa cinta tidak ada artinya?"
" Tentu saja ada tapi orang seperti Kalian harus hati-hati terhadap cinta."
"Apa kami tidak boleh mencintai wanita yang memiliki anak?"
"Jangan merepotkan ibu dengan pertanyaan seperti itu. Kalian adalah orang-orang penting dan terpandang, reputasi kalian lebih utama daripada cinta."
"Jadi kami tidak boleh mencintai? Begitu maksud ibu?"
" Apa hubungannya karem?"
"Ini soal cinta ibu, apakah cinta harus memandang reputasi atau tidak?"
" Kalau begitu kau harus membayar mahal."

Di pabrik Burhan nampak begitu kacau, teriak-teriakan " Kami ingin lingkungan yang bersih!!! Berulang ulang,"
Diberitahu bahwa perusahaan yang selama ini menangani limbah dari pabrik Burhan ternyata palsu, " Kata petugas pemerintah tidak ada perusahaan seperti ini."
" Cepat telpon Ali kemal."
Sementara Ali kemal sendiri sedang bersama pacarnya.
" Apa ayah datang ke pabrik. Baiklah aku segera ke sana."

Nadine dan fusun pamit pulang, kann dan shehrazat mengantar ke bawah, bersamaan Shehrazat menerima paket, ternyata onur mengirimkan paket lukisan wanita berbaju merah yang semalam mereka kagumi berdua, shehrazat tak bisa berkata apa-apa.

Malam harinya berita tentang pabrik Burhan ditayangkan di tivi, Burhan, nadine, fusun dan cucu-cucunya menonton saat-saat warga berdemo dan berteriak-teriak, " kami mau lingkungan yang bersih, kami mau lingkungan yang bersih, "
Apa yang terjadi di pabrik kakek?" Cucu-cucu Burhan ribut bertanya, Nenek mereka Nadine menyuruh agar cucu-cucunya pergi ke atas, ke kamar mereka, Burhan setuju, karena anak-anak tidak perlu mendengar hal seperti itu.
Ali kemal pulang, Burhan segera memanggilnya dan nampak marah. Sementara Ali kemal seperti biasa menampakkan wajah tak mengerti dan tak bersalah.Ghani juga hanya menggigit jarinya. Ali kemal hanya menunduk mendengar pembaca berita menyampaikan bahwa pabrik akan menuntut ganti rugi.
Burhan begitu marah dan sangat kecewa sampai berkata, " seandainya aku tidak punya anak laki-laki sepertimu!"
" Ayah, aku akan bertanggung jawab."
" Aku belum pernah dipermalukan seperti ini, di tivi aku disebut sebagai orang yang tidak jujur."
" Aku juga tidak mengerti, mereka bilang mereka dari pemerintahan."
" Ali kemal, kau itu sudah dewasa, sampai kapan kau terus mengecewakan aku?"

Shehrazat masih memandangi Lukisan pemberian Onur, dan kemudian dia mengatakan lukisannya sudah ia terima, Onur nampak senang, " Aku mohon jangan menolaknya, kata pelukisnya kita bisa memberinya nama apa saja, aku memberi nama lukisan itu dengan Shehrazat."
Sementara Feredai merasa tak sehat semenjak mendengar Onur bilang ingin menikahi Shehrazat.

Tak puas dengan hanya mendengar suara Shehrazat, Onur mengunjungi Shehrazat ke rumahnya, shehrazat tercenung saat membuka pintu, onur tersenyum lebar di sana, Mereka sedikit kaku, " sepertinya kau menunggu seseorang?."
" Iya tuan Karem dan Bennu sedang menonton, kupikir mereka akan mampir setelah minum teh."
" Jadi aku tamu yang tak diundang? Dan kau tidak menyuruhku masuk?"
Onur memandangi dinding rumah Shehrazat. Lukisan perempuan berbaju merah masih tergeletak di sana. Onur melihat dinding bekas photo yang diambil dan lukisan yang belum di gantung di suatu tempat, mungkin onur berpikir photo lama disingkirkan untuk tempat lukisan perempuan berbaju merah.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan, kann ingin menggantung photo-photonya di kamarnya."
Onur tidak menanggapi.
" Kau sudah memberinya nama?"
" Kumohon tuan Onur."
" Shehrazat Lukisan ini bukan agar kau mengatakan iya, tapi karena kau sangat menyukainya, kenapa kau ingin merampas kebahagianku untuk memberimu hadiah, aku juga punya permohonan untukmu, jangan panggil aku Tuan Onur."
" Kau mau minum apa?"
" Aku akan minum apa saja yang kau berikan,"
Mereka saling tersenyum.
Onur pulang dan ingin bertemu ibunya tapi Feredei ibunya tidak mau keluar dari kamarnya.

Pagi harinya, seorang dari Celen datang untuk meminta Onur mundur agar mereka yang mengerjakan proyek, dia juga menyampaikan bahwa Shehrazat memintanya bicara pada Onur mengenai penawaran Celin itu. Karem datang, dan menanyakan siapa orang itu, Onur bilang, orang itu mengharapkan tender, " O memangnya perlu ijin darinya."

Bennu dan Mele pulang dari rumah sakit dan menyatakan mele bersih, mereka berpelukkan.

Di kantor, Saber dan teman wanitanya bertemu Onur, mereka membicarakan proyek.

Burhan dan Nadine tengah berdua, Burhan masih sangat kecewa pada Ali kemal dan teringat pada anaknya yang telah tiada, Ahmad, Burhan bilang pada Nadine akan mengambil kekuasaannya dari Ali kemal.

Selanjutnya Burhan pergi, dan Nadine dan Fusun pergi ke dokter.
Nastiti- nastiti - nastiti.
Karem merasa heran dengan Nurhiyat, " ada apa?"
Nurhayat bilang, " pemberian mobil pada Shehrazat mengundang berbagai reaksi dari karyawan, ada yang mempertanyakan kenapa Shehrazat dan Bennu mendapatkan mobil."
" Siapa yang bilang begitu? Perempuan itu? Akan kuberitau dia!" Karem segera menelpon.

Sementara shehrazat membaca sebuah surat dan menjadi marah, " Aku sudah menolak penawarannya tapi ia mengirimi surat seperti ini seolah-olah aku menerima tawarannya di proyek."
" Mereka memang seperti itu!" Kata Bennu.
Shehrazat lantas menelpon orang itu dan menegaskan ia tidak mau bekerja sama dengannya dan jangan berbuat seperti itu karena tidak akan baik untuk dirinya sendiri!"
Shehrazat menaro telpon dengan kesal.

Makasih. Nastiti untuk Hubsche Maedchen Writes Grup.

Minggu, 23 Agustus 2015

Sinopsis Shehrazat part. 17 post. 19 agustus 2015


Album Sinopsis HM Shehrazat Part. 17
Ali Kemal terkejut ketika Ghani adik iparnya memperlihatkan photo dirinya berselingkuh dengan perempuan lain, " Aku tau kau tidak mengerti tekhnik, alat seperti ini bisa menyimpan jutaan photo seperti ini dan jutaan photo yang lain, jadi hati-hatilah kau."
Ancam Ghani.
" Kau-kau jangan sampai kakakmu mengetahui hal itu, ia akan terluka, mengertilah, itu tidak seperti yang kau lihat."
Tergantung dirimu! Sahut Ghani puas, ia sekarang punya senjata untuk menekan Ali kemal.
Di sebuah tempat Karem dan Onur agaknya tengah ada dinner bisnis dengan perusahaan sejenis, kata laki-laki kompititor itu, " aku akui Binyopi memang adalah pemenang penghargaan arsitek, tapi kami juga pemenang penghargaan dalam hal pondasi"
Kata karem, apa kini .kita perlu membahas tentang penghargaan itu?
Sahut si laki-laki " aku tidak menyarankan kami yang menang, aku tau ketika aku menawarkan pekerjaan pada Shehrazat pemenang penghargaan arsitekmu itu, Kau tidak bicara padaku selama seminggu."
Sahut karem, " ya kami tentu memikirkan jangan sampe Shehrazat pindah ke perusahaan lain, aku memikirkan pekerjaan lain."
Maksudmu?
Sahut karem, kita bisa bekerja sama dalam proyek besar , bagaimana kalau kita saling meminjamkan arsitek?"
Onur hanya mendengarkan pria kompititor itu dan Karem.
" Aku tidak bisa menjaminnya, kalau nona Shehrazat sadar kalau Perusahaanku memberikan keuntungan yang lebih besar dari binyopi, maka kAu harus mengijinkannya."
Sahut karem, " maka kita jangan memarahinya," sembari menatap Onur, " ah aku hanya bercanda, kata laki-laki itu, " kalian mengatur para arsitek dan pekerja dengan baik, sehingga mereka tidak menoleh pada yang lain, kalian kuakui lebih baik dari ayah kalian."
Sementara Shehrazat tengah mengurus Kann, menidurkannya dan menciumnya penuh kasih sayang.
Kata Benu pada Shehrazat yang menemuinya setelah menidurkan Kann, " sekarang Tuan Onur dan Karem sedang makan malam dengan pimpinan dan staf. Perusahaan Cheril, mereka membicarakan proyek yang besar, mereka akan membangun gedung pertemuan, mall dan lain2, kita tidak akan kehabisan pekerjaan, sekarang saja jadwalku padat."
"Ya itu bagus."
" Oia, aku lihat kalau tuan Onur sangat berbeda hemm, aku perhatikan dia sangat perduli, kurasa karena Kann, hatinya luluh oleh keadaannya."
Shehrazat tersenyum.
Di rumah burhan, Ghani dibuatkan makanan oleh pembantu yang satu, pembantu yang satu mengingatkan, nggak perlu begitu baik pada Ghani."
" Aku biasa saja."
" Kau tadi mengerjakan yang lain, sekarang kau membuat makanan buatnya, apa kau mengharapkan sesuatu, dengar kata-kataku, atau nanti kau akan sedih."
Nadine menjenguk fusun dan cucunya, nadine cemas melihat keadaan fusun yang sepertinya tidak menyukai bayinya, kata suster, itu adalah keadaan baby melonkolis, sering dialami ibu-ibu melakihirkan."
" Apa itu suster?"
" Nanti dokter yang akan menjelaskannya pada anda."
Oh terima kasih.
Kembali lagi ke bisnis dinner Onur dan rekan-rekannya, si pimpinan perusahaan Cheril bilang kalau pembangunan ruang kebudayaan dan lain2 bukanlah proyek besar bagi perusahaan besar, tapi semua mata akan terhujam pada kita."
" Ya semua koran-koran dan media akan menulis tentang ini."
" Hemm tidak ada bunga mawar tanpa duri, kita hanya akan memberikan yang terbaik."
Mereka lantas menuntaskan makam malam bisnis itu dengan saling berjabatan tangan dan saling memeluk.
" Kata Karem, mampirlah ke rumahku."
" Bukankah kau akan berangkat ke sarejepo?"
" Aku masih banyak waktu."
Bennu pamit pulang, ia nampak bahagia berharap perjalanannya dengan karem akan indah.
Karem melemparkan coklat pada Onur, " ini yang manis."
Apa ini?
Coklat, makanlah yang manis dan cari yang manis. Onur senyum2 mengingat sesuatu.
Ada apa? Tanya karem sembari duduk di sisi Karem. " Tidak aku hanya ingat masa kecil kita, kau selalu berbagi coklat."
Karem diam hanya mengunyah makanan.
Kata onur, " apa kau marah aku menolak penawaran mereka?"
" Rasanya seperti waktu kau bilang kau melamar Shehrazat, aku pasti akan marah, tapi aku bisa mengerti dan masuk akal."
" Aku kesal saat dia mau menawarkan pekerjaan pada shehrazat, itu bukanlah pekerjaan biasa, aku takut kehilangan Shehrazat."
" Aku mengerti, tapi aku hanya tidak suka mereka melihat kita seperti itu di hadapan mereka."
" Tapi kau bisa menghandle pembicaraan itu dengan baik."
" Onur, apa ada yang aku tidak tau tentang dirimu dan Shehrazat?"
Onur menatap Karem.
" Aku semakin mengerti saat kau menemukan pengasuh kann, sepertinya kau sudah pernah ke rumah Sherzarat."
" Kau menemukan dan menenangkan mereka."
"Ya tapi Shehrazat sangat ketakutan, dan ia menyebut Burhan yang menculik anaknya."
Sahut Karem, " Burhan adalah mertuanya, dia sangat kaya, dan shehrazat berusaha meminjam uang padanya di malam yang dingin dan hujan, tapi mertuanya itu tidak memberinya pinjaman."
Onur menunduk, terpikir sore itu Shehrazat menemuinya, ia sekarang mengerti betapa tertektannya Shehrazat malam itu. Perasaan bersalah semakin menghinggapinya.
" Dengar Onur, masih banyak hal yang tidak kau ketahui tentang Shehrazat."
Onur menunduk.
Ali kemal menghibur istrinya, tapi Fusun memarahinya.
Shehrazat di rumahnya, memandangi photo suaminya, miriban menghiburnya.
" Masa lalu tidak akan kembali, tidak boleh terkubur bersama kesedihan, kau harus tetap bersemangat demi anakmu."
Balik lagi ke rumah Karem, " Onur kau tidak mau bicara tentang apa-apa lagi?"
Onur tercenung, " apakah tentang lamaranku itu, ia tidak bilang iya atau tidak.."
Karem menyandarkan tubuhnya, entah apa yang ia pikirkan.
Pagi-pagi di ruang makan Onur, ia meminta makanan pada pelayannya, " kau makan banyak Tuan Onur,"
" Kau selalu bermasalah denganku saat aku sedikit dan banyak makan."
Pelayannya tersenyum.
" Aku tidak mengeluh sepanjang kau baik tidak apa-apa."
" Seperti cerita dibuku, itu, cintai hidupmu, hargailah, cepatlah dan jangan pikirkan yang terjadi."
" Wahh. Cerita dimana itu?"
Aku sudah terlambat untuk pergi bekerja.
Benno mengucapkan selamat pagi pada Shehrazat, sementara Karem menerima telpon kalau salah satu teamnya mengalami kecelakaan, Benno yang muncul di pintu terkejut, kenapa katanya? Dan Karem menjelaskannya.
Shehrazat sedang berdua dengan Onur ketika diberitahu ada meeting. Mereka semua pergi ke ruang meeting. Onur menggoda Karem kalau ia akan banyak makan sosis di tempat Karem mengunjungi proyeknya, mereka bisa berseluncur saat senggang. Kata Karem tidak bisa karena ada kecelakaan yang menimpa pekerjanya. Onur lalu menawari mereka semua untuk mengisi liburan di pacuan kudanya. Semua antusias pergi ke sana, kecuali Shehrazat. Onur memandangi Shehrazat yang tidak bereaksi apa-apa.
Nadine memberitahu kalau fusun sudah melahirkan, Shehrazat bilang ia akan mengunjungi Fusun di hari minggu asal Burhan tidak ada di sana.
Fusun akan pulang hari senin, dan shehrazat akan mengunjungi fusun di hari minggu.
Ali kemal dan Ghani sedang berdua, Ali kemal mendapatkan makanan yang ia inginkan dari Ali kemal juga sebuah jas. Tapi kata Ghani, apa aku begitu bodoh hanya untuk jas.
Lalu apa yang kau inginkan?
Kau tau apa yang aku inginkan.
Mobil?
Jangan berlebihan. Ali kemal terdiam.
Sepulang meeting, bennu dihadang seorang wanita muda, Bennu nampak kesal.
Shehrazat dan Onur juga akan berkemas pulang, kata Onur, apakah Burhan mertuamu?
Shehrazat tercenung, yaa.
"Dia mau menculik Kann."
" Aku tidak mau membicarakannya."
"Baiklah, terserah kau, tapi harap kau tau, mulai hari ini aku tidak ingin kau terluka, dan juga kann,"
Shehrazat hanya mengucapkan selamat malam dan bergegas, sekarang Karyawan lebih galah dari bos he he. Nastiti.
Di rumah Burhan, nadine menceritakan betapa cantiknya cucunya, burhan bilang ia akan mengunjungi cucunya di hari minggu, nadine bilang jangan di hari minggu, kenapa? Mereka sama terdiam.
Apa Shehrazat akan datang?
Iya, sahut Nadine.
Taxi Shehrazat belum datang, Onur setengah memaksa mengajak Shehrazat ikut dengannya, ia akan mengantar pulang."
Sementara perempuan yang tadi menghadang Bennu di depan kantornya datang ke rumah Bennu, tapi diusir oleh bennu. Nampak perempuan itu sangat menderita dan membutuhkan tumpangan, ia juga menghubungi temannya tapi agaknya dia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, ia nampak sangat sedih."
Di mobil, Onur membujuk Shehrazat supaya bisa datang ke pacuan kuda, akhirnya Shehrazat berjanji datang, tak perlu di jemput, lagi lagi Onur setuju, terserah kaulah.
Sementara karem minum dengan temannya di cafe. Masih saja membicarakan pekerjaan, dan temannya itu menceritakan panjang lebar tentang masa lalu, betapa ayah Karem dan Onur membantu kesulitannya dalam hal surat2 sebuah tanah, pria itu demikian kagum pada kemampuan ayah karem dan Onur, sehingga keadaan kembali kepadanya, sayangnya seminggu kemudian terdengar kabar kalau ayah Onur meninggal di sebuah kamar seorang wanita.
Shehrazat menelpon Onur, wauu baru sekali ini ia yang memulai menelpon Onur, ia bilang kalau tidak bisa datang ke pacuan karena miriban sakit, tapi mendadak terdengar teriakan miriban kalau Shehrazat bisa pergi, ia tidak apa-apa.
Akhirnya Shehrazat dan kann datang ke pacuan, Onur dan Bennu sangat senang dengan kedatangan Shehrazat, mereka mengobrol dengan Akrab. Onur menawari kann mendekati kuda.
Karem ditanya ibunya kenapa tidak pergi ke pacuan kuda, kata karem ia bukan orang lain bagi Onur mereka bisa bertemu lain waktu, karem mengantar ibunya kebandara.
Di pacuan kuda, kann, shehrazat dan Onur mengelus kuda, Onur memandangi Shehrazat, kata kann, -ibuku bisa menunggang kuda.
Oh ya?
Shehrazat tersenyum.
" Kau harus menunggang kudanya."
Bennu datang dan mengajak kann melihat anak kuda.
Onur lagi-lagi memandangi Shehrazat penuh arti. Sungguh kau bisa menunggang kuda, sekarang saatnya. Shehrazat tersenyum,iyah. Kalau begitu naiklah.onur memandangi senyuman itu.
Malam harinya Onur mengeluh di dekat pelayan setianya, aku menantikan jawabannya, aku harap suatu hari dia akan bilang ya."
"Apa dia akan menerimamu.?"
"Entahlah."
"Nampaknya dia sangat sulit didapat."
"Sulit bukanlah kata-kata yang tepat, ini sudah 6 hari dan belum ada tanda-tandanya,dia belum memberikan jawaban,"
Bersamaan handphone onur berbunyi, Lagi-lagi Shehrazat yang menelpon Onur, Ya Shehrazat sahut Onur?
" Tuan Onur..."
Bersambung

Sinopsis Shehrazat 19 post 21 agustus 2015 antv


Shehrazat part.19
Onur menelpon Shehrazat untuk menanyakan keadaan Miriban, Shehrazat mengucapkan terima kasih atas perhatian Onur, dan dijawab oleh Onur bahwa ia mencemaskan shehrazat Dan Kann.
Lalu beralih pada Nadine dan Kann. Mereka bermain dokter-dokteran, kann menjadi dokter dan Nadine menjadi pasiennya. Burhan menelpon Nadine dan menanyakan keadaan mereka, Nadine bilang ia sedang bersenang senang dengan cucunya.Burhan membiarkan Nadine sesuka hatinya.
Meeting dengan pembicaraan mengenai semangat kerja, Shehrazat agak terlambat, tapi dia datang. Onur menatapnya sendu... Karem mengenalkan Shehrazat pada pimpinan sebuah perusahaan kontruksi.
Ali kemal menemui kekasihnya membelikan perhiasan, ia menyuruh Ali kemal menginap tapi dia bilang, tidak bisa karena istrinya baru melahirkan.oh...gumam perempuan kekasih Ali kemal.
Ketika akan pulang Onur mendekati Shehrazat, Onur menanyakan Shehrazat membelikan sepeda untuk Kann. Apa ini hadiah ulang tahun Kann, Shehrazat diam, "Bukan, ulang tahun Kann terjadi malam itu di. Rumah sakit.
"Selalu duka yang kudengar, selalu mengingatkan aku pada malam itu."
"Itu kenyataannya."
"Aku mengerti keadaan Kann, akupun akan seperti kann, ia pikir tidak ada yang akan bisa menggantikan ayahnya."
" Aku harus pulang, kann menungguku."
"Shehrazat, beri aku kesempatan untuk mengambil hati Kann, aku berharap Kann akan menyukaiku, beri aku harapan Shehrazat."
"Aku harus pulang."
Onur pergi menyendiri di tepi pantai, ia menonton rekaman tahun baru, ia memandangi Shehrazat penuh kesedihan, sementara Shehrazat juga tengah menonton rekaman tahun baru, ia juga memandangi Onur. Ia menutup laptopnya saat miriban mendapatinya tengah menatapi Onur.
" kenapa musti malu, katakan saja kau mencintai tuan Onur."
"Tidak, aku tidak mencintainya,"
"Cintaku hanya pada Kann"
Fusun masih bersikap aneh, dia pergi seharian tak perduli pada bayinya
Pulang nyaris menjelang malam, di tempat lain Karen, Benny Dan adiknya tengah menikmati makanan mereka sembari mengobrol.
Dikesempatan lain, Karem kembali menanyakan apakah Shehrazat sudah memberikan jawaban, Karem sangat perduli hal ini, karena ia juga mencintai Shehrazat, ia pernah mengatakan memberikan kesempatan pada Onur.
Onur bilang, Shehrazat belum menjawabnya, tapi akan menjawabnya.
"Kau jangan memaksanya,"
Mereka saling menatap.
"Aku sudah melamarnya karem, dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Shehrazat."
Karem tersenyum, bagaimana kalau Shehrazat tidak menjawab? Kau sudah kehilangan kesempatan Onur."
Onur kelihatan tegang, " Aku akan memperjuangkan Sampai Shehrazat menjadi milikku'
Dan Onur bergegas.
Di meeting berikutnya Onur terlambat datang, ia mengajak Shehrazat untuk melihat proyek. Ketika Onur datang semua sudah selesai Dan mendapatkan tugas masing-masing, Karem mengajak Shehrazat pergi, mereka berpapasan di depan Nurhiyat,
"Meetingnya sudah selesai, aku dan Shehrazat akan keluar untuk melihat
Pekerjaan,"
Onur terhenyak, ia memandang Karem lalu Shehrazat. Karen mengajak Shehrazat pergi. Onur buru-buru masuk ke ruangannya untuk melihat Mobil karem Dari atas.
Saat di lift mendadak liftnya mati, Shehrazat sempat ketakutan, tapi karem
Menenangkannya, Karem menatapi Shehrazat.
Part selanjutnya, Onur nampak bersitegang dengan Karem.
" kenapa baju Shehrazat??? Apa yang kau lakukan pada Shehrazat"
"Memangnya APA???"
Mata bertentangan dengan mata.

Sinopsis shehrazat part. 19 pos 20 agustus 2015 part. 18


Shehrazat part. 19

Khann pergi melihat kuda yang baru lahir, dan Shehrazat berbincang-bincang dengan Onur, kata Onur nama kudanya sama dengan kuda milik Shah serial dalam cerita 1001.
Onur dan Shehrazat menunggangi kuda mengelilingi pacuan kuda, sembari Onur melamun, bagaimana dia harus bersabar menunggu jawaban Shehrazat.
Sementara Bennu bilang pada teman-temannya kalau Shehrazat pergi berkuda dengan Onur, pegawai lain terkagum-kagum, bagaimana Shehrazat bisa naik kuda, Bennu bilang Shehrazat telah belajar naik kuda sejak dari kecil.
Di suatu tempat karem masih membicarakan kekecewaannya pada cintanya yang kandas, temannya masih menasehati agar Karem memperjuangkan cintanya, boleh pergi sejauh mungkin tapi pasti kembali lagi.
Shehrazat mengunjungi Fusun, mereka berbincang-bincang, Shehrazat memberikan hadiahnya pada bayi Fusun, shehrazat mendengar kalau Fusun tidak mau menyusukan bayinya.
Sementara Ali kemal berangkat kerja, Burhan bertanya kenapa Ali kemal ke kantor padahal itu adalah hari minggu, Ali kemal bilang dia memeriksa sesuatu.
Ghani menarik perhatian Burhan dan keponakan-keponakannya, Ghani membuat photo-photo mereka dan memperlihatkan hasilnya, burhan nampak senang.
Karem sedang menyendiri dan melamun, Onur juga tak kalah gelisah, " aku menunggu jawabannya, sudah 6 hari, kuharap ia menjawabnya."
Dan Shehrazat menelpon Onur untuk bertemu.
Di sebuah tempat Shehrazat dan Onur bertemu, Shehrazat mencurahkan semua perasaannya, bahwa ia sudah banyak mengalami malam-malam yang gelap, suaminya meninggal saat hujan dan malam yang gelap, demikian pula kedua orang tuanya, dan ia juga telah melalui sebuah malam bersama Onur, di mana ia mempermalukan harga dirinya demi anaknya.
"Shehrazat, tidak ada yang bisa mengobati luka selain cinta."
" Maafkan aku tuan Onur, penderitaanku sudah cukup, aku tak bisa melupakan malam itu, sangat menyakitkan."
" Shehrazat, setelah aku tau bahwa uang itu untuk anakmu maka setiap detik setelah itu kurasakan bagai menghirup racun."
Tetap saja Shehrazat memutuskan agar mereka menjaga jarak.
Onur bilang ia tak akan menyerah untuk bisa memiliki Shehrazat, tapi wanita yang dicintainya itu hanya diam dan mengucapkan selamat malam dan kemudian beranjak pergi.
Pagi harinya Onur nampak sedih, pelayannya menanyakan kenapa Onur kelihatan tak bersemangat, Onur bilang, ia tidak apa-apa hanya ada sesuatu yang membuatnya seperti itu, pelayannya bilang, tidak ada yang lebih bagus kecuali bersabar. Onur setuju, ia akan bersabar menunggu Shehrazat bahkan sampai kiamat.
Miriban sakit dan Shehrazat minta ijin untuk tidak masuk kantor karena ia akan mengantar Miriban berobat.
Nadine menelpon Shehrazat, sekalian shehrazat bilang kalau ia akan pergi berobat, nadine bilang boleh ia ikut mengantar Miriban, shehrazat setuju.
Bennu terkejut ketika ia mendapati adiknya tengah bicara dengan Karem. Sedangkan Karem sangat senang bertemu Mele adik Bennu, dia bertanya kenapa tidak pernah cerita kalau Bennu punya seorang adik yang bersekolah di London. Bennu berpura-pura tidak terjadi apa-apa, tetapi setelah mereka keluar Bennu menampakkan kemarahannya, ia tidak mau Mele berada di dekatnya setelah semua kejadian diantara mereka. Mele adiknya memohon maaf dan meminta Bennu agar memaafkannya. Bennu tak bergeming.
Shehrazat meninggalkan Khann dengan neneknya Nadine sementara ia pergi membawa miriban berobat.
Onur mendapati ibunya masih mengenang masa lalu ayahnya, Onur kesal karena ibunya hanya perduli pada ayahnya saja, ibunya tak pernah bangga padanya, padahal ia berjanji tidak akan pernah menjadi penghianat untuk ibunya. Kata-kata yang membuat ibunya terhanyak, Onur ibu selalu bangga padamu...
Tapi ibu tak pernah menelponku hanya untuk mengucapkan selamat..
Aku menelponmu..
Onur diam. Lantas beranjak pergi.
Nurhiyat bilang akan ada meeting nanti siang tapi Shehrazat tidak bisa datang karena harus pergi mengantar miriban berobat, Onur mengerti dan memasuki ruangannya, Ia menelpon Shehrazat menanyakan keadaan Miriban, ia sangat mencemaskan Shehrazat, " Aku baik-baik saja tuan Onur."
" Meski kau baik-baik saja, aku tetap saja selalu cemas memikirkanmu Shehrazat."
" Terima kasih karena kau telah perduli tuan Onur." Sahut Shehrazat.
Episode selanjutnya.
Onur menahan Shehrazat saat akan pulang, " Shehrazat aku mengerti kau tidak akan menerimaku karena Kann menolakku, beri aku waktu untuk membuat Kann menyukaiku..."
Nyambung besok.

Sinopsis Shehrazat Part. 20-Puan Harahap -Post. 22 agustus 2015 antv

Shehrazat part.20 
Saat terkurung di lift, karem dan Shehrazat membicarakan Kann, tentang ayah Kann, dan apakah Kann suka merindukan ayahnya, kata Shehrazat sekarang kann suka menatap photo ayahnya dan bahkan mengambilnya satu untuk didekapnya. Karem dan Shehrazat mengobrol layaknya dua sahabat, lepas dan tanpa beban..Karem sangat pandai menyembunyikan perasaannya.

Karem memanggil-manggil seseorang untuk menolong mereka yang terjebak di lift. Seorang supir yang sedang disuruh Onur menyiapkan mobil mendengar teriakan Karem, ia lantas memanggil tehniknya, Nurhiyat memberitahu bahwa ada kejadian Karem dan Shehrazat terjebak dalam Lift. Onur kontan seperti tersengat kala jengking, ia serta merta pergi untuk melihat lift. "Shehrazat! Shehrazat!! Onur berteriak-teriak, dan ia memarahi petugas yang sedang berusaha membuka pintu lift.
" Itu Onur, dia marah-marah."
Karem dan Shehrazat tersenyum kecil.

Akhirnya lift terbuka, Karem dan Shehrazat terus berjalan, sedikit mengacuhkan Onur, " Shehrazat kau baik-baik saja?"
" Aku baik-baik saja tuan Onur."
" Kau pucat."
" Tidak! Aku baik-baik saja."
" Kita segera meeting."
" Tidak perlu, sebaiknya meeting ditunda."
" Kalau tidak jadi meeting sebaiknya aku pulang."
" Biar aku mengantarmu pulang."
" Tidak usah tuan Onur, aku akan memanggil taxi."
" Biar aku mengantarmu pulang, kau kelihatan pucat."

Di rumah Burhan seperti biasa, fusun masih belum menerima kehadiran bayinya, dan Ghani ketahuan membeli mobil, Ali kemal nampak gugup dan mencari-cari alasan. Fusun juga menanyakan kenapa Ali Kemal membelikan Ghani mobil. Burhan akhirnya memarahi Ali kemal dan Ghani. 

Onur sangat ketakutan kalau Karem berhasil mempengaruhi perasaan Shehrazat, sebab itu ia merasa perlu memanggil Karem untuk bicara.
" Apa yang kau katakan pada Shehrazat? Kenapa ia kelihatan kesal?"
" Tidak ada, kenapa kau ingin tau?"
" Kau harus ingat aku sudah melamar Shehrazat."
" Apa dia sudah menerima lamaranmu?"
" Dia akan menerimaku."
" Bagaimana kalau ia tidak pernah memberikan jawabannya?"
" Harap kau tau Karem, aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan Shehrazat."
" Baiklah, tapi firasatku aku dan kau akan gagal."

Selebihnya pembicaraan ibu Onur dan ibu Karem, Ghani mendapat masalah karena menabrak mobil lain di jalanan, ia mendapat masalah dan harus membayar sejumlah kerusakkan yang ia alami.

Onur dan karem kembali bersitegang, karem tersinggung karena Onur hanya menganggapnya orang nomer 3 dikehidupannya, " jadi aku hanya orang ketiga setelah Shehrazat? Dulu aku orang pertama di kehidupanmu, lalu orang kedua, dan sekarang aku orang ketiga?" Kenapa kau lakukan itu? Jika aku menjadi dirimu aku tidak akan mengatakan ini, selamanya kau orang yang penting dalam hidupku, bahkan aku akan meninggalkan wanita yang aku cintai demi persahabatanku."
Karem bergegas, onur tercenung.

Pada meeting hari itu, diputuskan kalau Shehrazat, Bennu dan koordinator pekerja akan mendapatkan mobil, bennu dan shehrazat hampir tak percaya, sedangkan seorang pegawai lain merasa itu tidak wajar, "kau boleh mengajukan keberatan pada tuan Onur, tapi jangan menghasut yang lain agar bersimpati padamu."
" Iya aKan aku lakukan." Kata wanita itu sembari menghentak pergi.

Mele adik Bennu tengah bercengkaram dengan temannya, mereka membicarakan Bennu yang masih marah pada mele karena telah membuat kekasih bennu selingkuh dengannya, mele masih mengingkarinya, " aku justru menyelamatkan kakakku dari laki-laki itu."
" Kau selalu bisa berkelit Meli."

Usai meeting serta merta Onur menjejeri Shehrazat, " kuantar pulang dan jangan menolak, aku tidak mau bertengkar denganmu."
Sherazat tak bisa menolak, ia pulang diantar Onur. 
Shehrazat bilang kalau pemberian mobil pada mereka membuat kecemburuan rekan kerja yang lain, " Aku tidak memikirkan mereka, yang kupikirkan dan kuperdulikan hanyalah dirimu."
" Kenapa kau berlaku seperti ini tuan Onur?"
" Karena aku mencintaimu."
" Kau hanya perduli pada dirimu, tidak orang lain, kau tidak memperdulikan perasaanku."
Onur menatapi Shehrazat.
" Aku tau kau juga mencintaiku, bibirmu memang tidak mengatakannya tapi aku tahu hatimu mencintaiku."
Shehrazat tak menjawab, hanya menatap Onur yang demikian pede.
" Suatu hari entah kapan aku yakin akan mendapatkan dirimu."
" Bisakah mobilnya jalan lagi?"
Alih Shehrazat.
Onur menghela napas dan kembali melaju di jalan.

Thx yaa, maaf klo sinopsisnya nggak mirip cos setelah nonton langsung dibuat sinopsis dengan jalinan kata-kata sendiri